Balita Makassar Hilang! Ditemukan di Jambi, Polisi Ungkap Sindikat Perdagangan Anak
LUWU, Caber.id – Kasus penculikan balita bernama Bilqis Ramdhani (4) asal Makassar sempat menggemparkan publik setelah hilang selama sepekan dan akhirnya ditemukan di Merangin, Jambi, Minggu (9/11/2025).
Bocah tersebut diduga menjadi korban perdagangan anak lintas pulau, dengan 4 tersangka yang telah diamankan oleh polisi.
Keempat tersangka berasal dari sejumlah daerah, yakni wanita berinisial SY (30) warga Kota Makassar, wanita NH (29) warga Sukoharjo, serta wanita MA (42) dan pria AS (36) yang merupakan warga Merangin, Jambi.

Keempat Pelaku Pencurian Balita.(dok.media)
“Alhamdulillah upaya yang dilakukan oleh jajaran Polrestabes Makassar dengan ini membuahkan hasil. Dari hasil penyelidikan kita amankan 4 tersangka,” ungkap Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro dalam konferensi pers, Senin (10/11/2025).
Djuhandhani melanjutkan bahwa proses pengungkapan kasus ini telah melewati perjalanan yang cukup panjang. Namun hal tersebut tidak menjadi masalah karena sebelumnya dia menjabat sebagai Dirtipidum yang wilayah koordinasinya sangat luas.
“Hal ini sebagai wujud pertanggungjawaban kami sebagai pelindung, pengayom masyarakat. Kejar sampai dapet, ke ujung dunia pun kami kejar. Dan saya juga sampaikan sama anggota untuk jangan coba-coba pulang ke Makassar kalau pelaku dan korban belum didapatkan,” pungkasnya.
Kronologi Hilangnya Bilqis
Insiden tersebut bermula ketika Bilqis menemani ayahnya, Dwi Nurmas (34), berlatih tenis di Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025) sekitar pukul 09.00 WITA. Dwi sempat memanggil anaknya dua kali dan mendapat jawaban. Namun, pada panggilan ketiga, Bilqis sudah tak memberi respons.
“Saya keliling dari ujung ke ujung taman, nihil. Istri saya juga datang dan ikut mencari sampai ke Jalan Pettarani dan sekitar Jalan Pelita,” ujar Dwi, dikutip dari TribunToraja.com, Jumat (7/11).
Setelah berupaya melakukan pencarian, Dwi dan Istrinya meminta petugas untuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Rekaman CCTV saat Bilqis (baju pink) diambil oleh sosok wanita.(dok.video).
Hasilnya, video menunjukkan seorang perempuan membawa tiga anak, salah satunya mengenakan kaus pink yang dikenali sebagai Bilqis. Dua anak lainnya belum diketahui identitasnya.
Atas bukti rekaman tersebut, Dwi kemudian melaporkan kehilangan anaknya ke Polsek Panakkukang pada Senin (3/11).
Ditemukan di Jambi, Bilqis dalam Kondisi Trauma
Setelah pencarian intensif lintas daerah, tim gabungan kepolisian berhasil menemukan Bilqis di kawasan Tabir Selatan, Merangin, Jambi, pada Minggu (9/11/2025). Ia ditemukan di lokasi sepi dan gelap dalam kondisi ketakutan.
Dalam video penyelamatan yang beredar, Bilqis tampak menolak digendong petugas sambil berucap lirih, “Tidak mau, tidak mau.” Polisi kemudian menelpon orang tuanya agar suara sang ayah dapat menenangkannya. Setelah dibujuk secara persuasif, Bilqis akhirnya bersedia dibawa keluar dari lokasi penyekapan.
Saat ini, Bilqis berada di bawah perlindungan dan menjalani perawatan medis pascatrauma di Jambi.
Terungkap Jual Beli Anak Rp3 Juta
Pasca-penemuan Bilqis, sebuah video interogasi viral di media sosial melalui akun @jambisharing. Dalam video tersebut, seorang perempuan yang diduga pelaku mengaku menjual Bilqis seharga Rp3 juta kepada seseorang yang identitasnya masih diselidiki.
“Saya nggak tahu namanya, Pak. (Dijual) Rp3 juta, Pak, tapi dia yang minta sendiri,” ucap pelaku dalam video itu.
Pengakuan tersebut diperkuat dengan bukti dua kali transfer uang masing-masing sebesar Rp500.000 dan Rp2.500.000 yang totalnya mencapai Rp3 juta. Polisi kini mendalami dugaan jaringan perdagangan anak lintas provinsi di balik kasus ini.
Kepulangan Haru di Makassar
Setelah menjalani pemeriksaan medis dan pendampingan psikologis, Bilqis akhirnya dipulangkan ke Makassar pada Minggu (9/11/2025) malam. Suasana haru menyelimuti halaman Polrestabes Makassar ketika bocah kecil itu turun dari mobil dan langsung dipeluk erat oleh ayahnya.
Kepulangan Bilqis juga disambut warga di lorong rumahnya di Jalan Pelita 2, Makassar. Warga membawa bunga dan boneka kecil sebagai ungkapan syukur atas kembalinya sang anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, Ita Isdiana Anwar, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendampingi Bilqis.
“Ini bukan hanya kasus penculikan. Ini alarm bagi kita semua agar lebih waspada menjaga anak-anak kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana menyatakan bahwa kondisi Bilqis kini sudah membaik.
“Alhamdulillah, anak dalam kondisi baik, ceria, dan sehat. Kami berharap tidak ada trauma tersisa,” pungkas Arya.