Dihadapan Massa Aksi, Kades Bakti Lantang Suarakan Pemekaran Luwu Raya
LUWU, Caber.id – Aksi demonstrasi yang digelar di perbatasan Belopa dan Kecamatan Suli, Rabu (21/1/2026) siang, tidak hanya diikuti oleh Aliansi Masyarakat Luwu. Sejumlah pejabat turut hadir, mulai dari anggota DPRD Luwu hingga para kepala desa.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah Kepala Desa Bakti, Rifaid Ahmad. Dalam orasinya di hadapan massa, Rifaid dengan lantang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung penuh pembentukan Provinsi Luwu Raya.
“Tidak ada tawar menawar, kita sudah berjuang kurang lebih 20 tahun lamanya. Mengapa sampai hari ini Luwu Raya belum juga dimekarkan, padahal ini adalah keinginan kuat dan kolektif masyarakat Luwu,” tegas Rifaid dengan suara lantang.
Ia membandingkan lambannya realisasi pemekaran Luwu Raya dengan daerah lain yang dinilai jauh lebih cepat mendapatkan persetujuan pemerintah pusat.
“Daerah lain seperti Papua, hari ini diusulkan, besok dimekarkan. Bahkan Sulawesi Barat lebih dulu menjadi provinsi dibandingkan Luwu Raya. Padahal, dari lebih 20 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Luwu Raya menyumbang sekitar 47 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun hingga kini, pemekaran itu belum juga terwujud,” tandasnya.

Rifaid menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya bukan semata kepentingan politik, melainkan menyangkut harga diri dan keadilan bagi masyarakat Tana Luwu.
Ia pun mengajak seluruh elemen, mulai dari tokoh masyarakat, aktivis, hingga mahasiswa, untuk bersatu dan terus mengawal tuntutan tersebut.
“Saya mengajak masyarakat, para tokoh, aktivis, dan mahasiswa untuk bergandengan tangan. Luwu Raya adalah harga mati. Kita tidak boleh kendor karena ini adalah kepentingan bersama. Hidup Luwu Raya!” serunya menutup orasi.

Kepala Desa Bakti, Rifaid Ahmad, saat berorasi dihadapan massa aksi dalam demo Pemerkaran Provinsi Luwu Raya.(dok.media).
Sebagai kepala desa yang mewakili aspirasi masyarakat Desa Bakti, Rifaid Ahmad sebagai orang nomor satu di desa patut diapresiasi. Ia menjadi salah satu kepala desa yang secara terbuka dan berani menyuarakan dukungannya terhadap pemekaran Provinsi Luwu Raya di ruang publik. (srw)