Forum Desa Masmindo Dorong Kolaborasi Ekonomi di Lingkar Tambang Luwu

Syarwan
Jumat, 07 November 2025 17:03 - 99 View

LUWU, Caber.id – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Kelompok Kerja Percepatan Investasi Kabupaten Luwu (Pokja) kembali melanjutkan rangkaian Forum Desa (FORDES) di enam desa lingkar tambang dan jalur akses Awak Mas Project, yakni Desa Bonelemo, Tettekang, Marinding, Ulusalu, Rumaju, dan Tolajuk.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda komunikasi rutin yang dirancang untuk memastikan pembangunan di sekitar wilayah proyek berjalan terbuka, terdokumentasi, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

FORDES, Jembatan Aspirasi Warga dan Perusahaan

Sekretaris Pokja, Zulkarnaim, menjelaskan bahwa FORDES bukan hanya forum diskusi, tetapi juga mekanisme resmi penyampaian aspirasi yang menghubungkan langsung masyarakat, pemerintah, dan pihak perusahaan.

“Pokja hadir untuk menjembatani kepentingan warga, pemerintah, dan MDA. Prinsipnya sederhana aspirasi harus didengar, diproses, dan diberi tindak lanjut. FORDES menjadi ruang dialog resmi yang meminimalkan simpang informasi dan mendorong keterbukaan,” ujar Zulkarnaim, Rabu (6/11/2025).

Dalam pelaksanaannya, masyarakat di enam desa tersebut menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan dan keselamatan lalu lintas, penanganan debu jalan, hingga peningkatan transparansi informasi tenaga kerja.

Warga juga berharap agar pelatihan keterampilan bagi pemuda dapat diprioritaskan menjelang fase pembangunan aktif proyek tambang emas Awak Mas.

Dorongan Ekonomi Lokal dan Program Lingkungan

Selain isu infrastruktur, sejumlah desa mengangkat potensi pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian dan UMKM.

Di Desa Bonelemo, warga mendorong penguatan budidaya nilam dan kerajinan tangan lito. Desa Tolajuk mengusulkan peningkatan kapasitas pengelolaan usaha dan kolaborasi antara Koperasi Merah Putih dengan kelompok tani.

Sementara warga Ulusalu meminta dukungan untuk reboisasi lahan bekas longsor, serta bantuan bibit tanaman buah dan ikan guna memperkuat ketahanan ekonomi desa.

Perwakilan Pokja, Dr. Maman, menilai pelibatan masyarakat dalam FORDES merupakan bagian penting dari kontrol sosial yang sehat.

“Kami memastikan setiap catatan teknis dan usulan masyarakat diteruskan untuk tindak lanjut. Komunikasi seperti ini penting agar pembangunan tidak hanya cepat, tapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan,” jelasnya.

Komitmen MDA terhadap Keterbukaan dan Keberlanjutan

Sebagai upaya memperkuat transparansi, MDA juga menempatkan materi dan flyer mekanisme pengaduan (grievance mechanism) di sejumlah kantor desa dan rumah ibadah. Melalui mekanisme ini, warga dapat menyampaikan keluhan atau pertanyaan secara langsung dan terdokumentasi.

Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa FORDES menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kedekatan dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang.

“Setiap desa memiliki kebutuhan dan potensi berbeda. Kami ingin mendengar langsung dari masyarakat agar kolaborasi yang dirancang benar-benar bermanfaat,” ungkap Mustafa.

Ia menambahkan, hasil masukan dari enam desa ini akan dibahas bersama Pokja untuk merumuskan program lanjutan yang konkret dan partisipatif.

“Harapan kami, forum ini tidak berhenti pada pendataan aspirasi, tetapi berlanjut menjadi kerja sama nyata yang memperkuat kemandirian desa dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” tutupnya.

Pelaksanaan FORDES di Bonelemo, Tettekang, Marinding, Ulusalu, Rumaju, dan Tolajuk menandai konsistensi dialog antara masyarakat, pemerintah daerah, dan PT Masmindo Dwi Area.

Dengan mekanisme komunikasi terbuka dan tindak lanjut terukur, pembangunan Awak Mas Project diharapkan berjalan partisipatif, transparan, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar tambang.