Jalur Trans Sulawesi Kembali Ditutup, Warga Padang Sappa Desak Pemerkaran Provinsi

Syarwan
Kamis, 05 Februari 2026 15:32 - 60 View

LUWU, Caber.id – Aksi demonstrasi menuntut percepatan pemekaran Provinsi Luwu Raya dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah kembali digelar.

Puluhan warga Padang Sappa memblokade jalur Trans Sulawesi di perempatan lampu merah Kelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Kamis (5/2/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menggunakan dua unit ekskavator untuk menutup badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur utama Trans Sulawesi lumpuh total dan menyebabkan kemacetan panjang dari dua arah.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat Luwu terhadap lambannya progres pemekaran Luwu Raya yang hingga kini belum menunjukkan kejelasan, meski telah diperjuangkan bertahun-tahun.

“Kami kecewa terhadap pemerintah provinsi yang belum sepenuhnya memberikan dukungan nyata atas aspirasi masyarakat Luwu yang ingin berpisah dari Sulawesi Selatan,” teriak salah satu orator dalam orasinya.

Tak hanya pemerintah provinsi, massa aksi juga menyoroti sikap kepala daerah se-Luwu Raya yang dinilai belum menunjukkan langkah tegas dan konkret untuk merealisasikan aspirasi masyarakat.

“Yang kami perjuangkan adalah kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat Luwu. Tapi sampai hari ini, para pemimpin daerah belum menunjukkan aksi nyata atas komitmen yang mereka sampaikan kepada rakyat,” tegas Aziz selaku Jendral Lapangan aksi.

Di lokasi aksi, aparat kepolisian terlihat bersiaga dan melakukan pengaturan lalu lintas guna mengurai kemacetan serta menjaga situasi tetap kondusif. Hingga berita ini diturunkan, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan penjagaan ketat dari aparat keamanan.(*)