Kebakaran Hebat Luwu Timur Hanguskan 46 Rumah, Ratusan Warga Mengungsi

Syarwan
Kamis, 28 Agustus 2025 18:20 - 142 View

Luwu Timur, Caber.id – Kebakaran besar kini melanda Desa Sorowako, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan, pada Rabu (27/8/2025) sekitar pukul 14.00 WITA.

Kurang dari 3 jam, Api yang menjalar di pemukiman padat penduduk ini menghanguskan sedikitnya 46 rumah warga di kawasan Jalan Tambeha dan Jalan Menara.

Tidak ada korban jiwa akibat tragedi ini, namun sekitar 200 kepala keluarga (KK) atau total 279 jiwa terdampak dan terpaksa mengungsi.

Bupati Luwu Timur, Irwan, turut prihatin atas kejadian yang menimpa warganya. Dengan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat ia pun tak segan turut sigap membantu dalam menangani kebakaran di lokasi.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersabar. Semoga musibah ini menjadi pelajaran berharga dan kami berkomitmen memberikan yang terbaik bagi warga,” ujar Irwan.

Ia juga menyebut para korban saat ini menempati berbagai lokasi, termasuk rumah warga, masjid, gereja, hingga kapal feri yang bersandar di dermaga untuk mengungsi.

“Belum ada kepastian penyebab kebakaran, namun dugaan sementara adalah korsleting listrik di salah satu rumah warga,” jelasnya.

Semantara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut menyampaikan keprihatinannya dan memastikan bantuan darurat akan segera disalurkan.

“Kami akan segera menyalurkan bantuan untuk meringankan beban saudara-saudara kita,” ujarnya.

Gubernur menambahkan, pihaknya telah menyiapkan dana kurang lebih 1 miliar rupiah untuk bantuan, yang akan diverifikasi setelah menerima surat permohonan kedaruratan dari Bupati.

Bantuan tersebut meliputi:

  • Dana tunggu hunian
  • Kebutuhan harian (makanan siap saji, perlengkapan bayi)
  • Biaya evakuasi dan pemulihan

Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama berbagai pihak, termasuk PT Vale, telah mendirikan posko induk di area dermaga. Posko ini berfungsi sebagai tempat pengungsian dan pusat layanan pengaduan bagi para korban yang terdampak.