Momentum Hari Jadi ke-758, SILU Raya Demo Desak Pemekaran Provinsi Luwu
LUWU, Caber.id – Memperingati Hari Jadi Luwu ke-758, Aliansi Masyarakat Luwu bersama Solidaritas Islam Luwu (SILU) Raya menggelar aksi demonstrasi di perbatasan Belopa–Kecamatan Suli, Rabu (21/1/2026).
Aksi tersebut menjadi penegasan kembali tuntutan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya yang dinilai sebagai janji sejarah negara kepada masyarakat Luwu sejak era Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Dalam orasinya, massa menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya bukanlah isu sektoral atau sentimen kedaerahan sempit, melainkan perjuangan konstitusional yang telah diperjuangkan lintas generasi oleh Wijatoluwu.
“Luwu Raya adalah harga mati. Ini bukan perjuangan emosional, tetapi perjuangan konstitusional dan historis yang telah berlangsung sejak lama,” tegas Ismail Wahid di hadapan peserta aksi.
Ismail juga mendesak para elite politik asal Luwu Raya yang kini berada di tingkat nasional agar lebih tegas dan serius memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Para elit politik harus membuka mata dan menyadari besarnya keinginan masyarakat Luwu Raya agar daerah ini segera berdiri sebagai provinsi,” pungkasnya.
Sementara itu, Jenderal Lapangan aksi, Abdul Samad Hakim, yang juga Penasihat SILU Raya, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan corong aspirasi masyarakat Luwu Raya yang selama ini mendambakan pemekaran wilayah.
“Dengan prinsip Manua Mapatuo Naewai Alena, Luwu Raya telah membuktikan diri sebagai daerah yang mandiri dan layak menjadi provinsi. Pemerintah pusat harus memandang ini sebagai kehendak seluruh masyarakat Luwu Raya,” tegas Samad dalam orasinya.
Aksi demonstrasi tersebut turut dihadiri Ketua APDESI Luwu, Ismail, sejumlah kepala desa, anggota DPRD Luwu, aktivis, serta insan pers lokal. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi penegasan bahwa perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya kini telah menjadi gerakan bersama lintas elemen masyarakat.
Akibat demostrasi tersebut, terjadi kemacetan panjang di sepanjang jalan Trans Palopo-Makassar. Mengingat jalur ini menjadi jalur utama penghubung antara daerah. (srw)