Pasar Tradisional Lanipa di Luwu Mangkrak, Aset 1,9 M Terbengkalai Tiga Tahun

Syarwan
Selasa, 04 November 2025 16:48 - 248 View

LUWU, Caber.id – Pasar Tradisional Lanipa yang terletak di Desa Bakti, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, kini tampak sepi dan tidak lagi difungsikan. Padahal, pembangunan pasar tersebut menelan anggaran mencapai Rp1,9 miliar dari keuangan daerah.

Bangunan yang seharusnya menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat dan sumber pendapatan asli daerah itu kini justru berubah menjadi tempat tumbuhnya lumut dan rumput liar.

Pasar Lanipa dibangun pada tahun 2011, sempat berfungsi 2016 namun terhenti dan mulai kembali difungsikan pada awal 2020. Namun belum genap dua tahun beroperasi, aktivitas perdagangan di lokasi itu berhenti, dan hingga kini kondisinya terbengkalai tanpa perawatan.

Warga Harap Pemerintah Turun Tangan

Sejumlah warga sekitar mengaku prihatin dengan kondisi pasar yang sudah tiga tahun tidak beroperasi. Mereka berharap pemerintah daerah kembali memfungsikan pasar tersebut agar ekonomi masyarakat setempat kembali bergairah.

“Sudah sekitar tiga tahun pasar ini tidak ditempati. Padahal lokasinya strategis. Kami berharap pemerintah bisa menghidupkan kembali pasar ini,” ujar salah seorang warga Desa Bakti, Senin (3/11/2025).

Hal senada disampaikan oleh seorang mantan pedagang di pasar tersebut. Ia mengaku terpaksa berjualan jauh di Pasar Cilalang setelah Pasar Lanipa berhenti beroperasi.

“Sejak pasar ini tidak difungsikan, saya harus ke Pasar Cilalang yang cukup jauh. Sayang sekali, pasar ini besar dan bisa jadi pusat ekonomi warga kalau dikelola dengan baik,” keluhnya.

Pemkab Luwu Akui Kurangnya Minat Pedagang

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Luwu, Ruslan, mengakui bahwa pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk mengaktifkan kembali Pasar Lanipa.

“Tahun lalu kami sudah lakukan pembersihan dan sosialisasi kepada masyarakat. Tapi, entah kenapa, minat pedagang untuk berjualan di sana masih sangat rendah,” ujar Ruslan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (3/11/2025).

Ruslan menambahkan, pemerintah akan mencari langkah progresif agar pasar tersebut dapat kembali difungsikan.

“Kami sedang membicarakan rencana lanjutan. Tahap awal, akan dilakukan pembersihan kembali sebelum disusun strategi revitalisasi,” tambahnya.

Desa dan Kecamatan Dukung Revitalisasi

Sementara itu, Kepala Desa Bakti juga menyampaikan dukungannya agar pasar tersebut segera diaktifkan. Ia menyebutkan, tahun lalu sempat dilakukan pembersihan bersama pihak kecamatan dan Dinas Perdagangan dengan rencana menjadikan lokasi itu sebagai pasar malam.

“Sempat dibersihkan bersama karena waktu itu mau dipakai untuk pasar malam agar menarik minat warga. Tapi belum sempat berlanjut,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).

Ia berharap pemerintah daerah mengambil langkah nyata agar pasar tersebut kembali beroperasi.

“Kalau pasar ini hidup lagi, bukan cuma masyarakat yang merasakan manfaatnya, tapi juga pemerintah daerah melalui peningkatan pendapatan,” pungkasnya.