Revitalisasi DAS Suso Dimulai, Masmindo dan Pemkab Luwu Fokus Pulihkan Lingkungan

Syarwan
Selasa, 09 Desember 2025 13:09 - 104 View

LUWU, Caber.id – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi resmi memulai langkah awal program revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso, Senin (8/12/2025).

Program ini ditandai dengan pelaksanaan kick-off meeting antara manajemen MDA dan Pokja sebagai tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) Pengendalian Lingkungan yang telah ditandatangani pada Agustus lalu.

Pertemuan tersebut dihadiri Direktur MDA Erlangga Gaffar dan Ketua Pokja Percepatan Investasi Sofyan Thamrin. Dalam sesi pembahasan, kedua pihak menyepakati penyelarasan rencana kerja yang mencakup pemeliharaan fungsi DAS, penataan ulang area yang mengalami degradasi, penguatan titik-titik rawan hidrologis, hingga koordinasi lintas instansi dalam pemantauan dan pelaporan progres.

Direktur MDA Erlangga Gaffar menegaskan bahwa kick-off meeting ini menjadi tonggak penting untuk memastikan seluruh proses revitalisasi berjalan terpadu dan bertanggung jawab.

Ia menyebut program ini merupakan langkah kolaboratif untuk memperbaiki kualitas ekosistem, meningkatkan ketahanan kawasan terhadap curah hujan ekstrem, serta menjamin keberlanjutan sumber daya air bagi masyarakat di hulu maupun hilir.

“MDA siap mendukung penuh implementasi program yang telah dirumuskan bersama pemerintah daerah,” ujarnya.

Kepala Teknik Tambang (KTT) MDA, Mustafa Ibrahim, menambahkan bahwa program revitalisasi ini berada dalam kerangka kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu. MDA, kata dia, berperan melalui dukungan teknis dan penyelarasan kegiatan konstruksi agar tetap sesuai koridor regulasi daerah.

“Setiap tahapan dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, termasuk memastikan seluruh perizinan terpenuhi serta memperhatikan karakteristik alami aliran sungai untuk meminimalkan risiko erosi dan sedimentasi,” jelasnya.

Ketua Pokja Percepatan Investasi, Sofyan Thamrin, menilai bahwa kerja sama ini menunjukkan keseriusan semua pihak dalam merawat dan memulihkan fungsi DAS sebagai sistem penyangga kehidupan masyarakat.

“Revitalisasi DAS bukan hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga investasi lingkungan untuk mengurangi risiko banjir, menjaga stabilitas aliran air, dan memperkuat daya dukung kawasan tangkapan air,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan lapangan akan dimulai pada pertengahan Desember. Tahap awal meliputi pembersihan area terdampak, penataan alur sungai yang terganggu sedimentasi, penguatan tebing dan lereng, serta pemasangan struktur pengendali sesuai rekomendasi teknis.

Program revitalisasi DAS Suso diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menjaga integritas lingkungan, terutama di wilayah yang rentan terhadap perubahan hidrologi dan cuaca ekstrem. (srw)