Seminar Internasional HMPS PAI UIN Palopo, Bahas Moderasi Beragama di Era Modern

Syarwan
Senin, 17 November 2025 20:58 - 129 View

PALOPO, Caber.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo sukses menggelar Seminar Internasional bertema “Moderasi Beragama sebagai Pilar Penguatan Karakter dan Harmonisasi di Era Modern” di Gedung Auditorium Pinisi, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini menjadi agenda besar pertama yang digelar HMPS PAI sebagai upaya memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi civitas akademik, Kemenag Palopo serta masyarakat di tengah perkembangan dunia digital.

Seminar menghadirkan tiga narasumber kompeten, yakni Dr. Makmur Harun (Universitas Utara Malaysia), Samsu Alam (Dosen Australia), dan Prof. Dr. Muhaemin (Direktur Pascasarjana UIN Palopo).

Prof. Dr. Muhaemin: Moderasi Beragama Harus Menjawab Tantangan Sosial Digital

Dalam paparannya, Prof. Muhaemin menekankan pentingnya memahami dinamika sosial masyarakat modern. Menurutnya, Kementerian Agama telah menetapkan empat indikator moderasi beragama, yaitu:

  1. Toleransi
  2. Komitmen Kebangsaan (Nasional Commitment)
  3. Anti Kekerasan
  4. Akomodatif terhadap Kearifan Lokal (Local Culture).

Ia menegaskan bahwa perilaku keberagamaan masyarakat bersifat dinamis dan saat ini moderasi lebih banyak menyentuh ranah sosial, bukan akidah.

“Generasi Z dan Alfa belajar banyak dari media sosial. Ini berpotensi memunculkan gejala ekstremisme. Karena itu, fondasi ilmu agama harus diperkuat,” jelasnya.

Muhaemin juga mengajak peserta melihat moderasi beragama dari frame baru yang lebih luas dan holistik serta merujuk pada peta Moderasi Beragama 2025–2029 yang dikeluarkan Kemenag.

Dr. Makmur Harun: Moderasi sebagai Pilar Keharmonisan Kaum di Malaysia

Sementara itu, Dr. Makmur Harun menjelaskan bagaimana moderasi turut memperkuat keharmonisan tiga kelompok etnis terbesar di Malaysia diantaranya Melayu, China, dan India.

Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi, percepatan digital, hingga fenomena otomatisasi dan robotik menjadi tantangan sosial baru.

“Era modern menuntut kita menjaga keselarasan perilaku dan memperkuat pendidikan karakter. Moderasi menjadi kunci agar setiap kaum dapat saling menghormati,” ujarnya.

Dr. Makmur memaparkan strategi penguatan moderasi beragama di Malaysia, antara lain:

  • Peran aktif tokoh agama dan masyarakat
  • Regulasi dan penegakan hukum yang adil
  • Pemanfaatan media sebagai sarana edukasi

Ia juga menekankan nilai-nilai moderasi seperti menjaga keselamatan, menjunjung adab, menghormati manusia, memperkuat nilai moderat, mewujudkan perdamaian, dan menjaga komitmen kebangsaan.

Samsu Alam: Moderasi sebagai Pondasi Ekonomi dan Ekologi Harmonis

Narasumber lainnya, Samsu Alam, menyoroti praktik moderasi beragama dalam membentuk budaya ekonomi dan ekologi yang harmonis. Menurutnya, moderasi tidak hanya berkaitan dengan kerukunan umat beragama, tetapi juga turut memengaruhi tata kelola sosial, lingkungan, dan ekonomi masyarakat.

HMPS PAI: Komitmen Hadirkan Edukasi Moderasi Secara Berkelanjutan

Ketua HMPS PAI UIN Palopo, Muh. Affan Afdholi, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa dalam memperkuat pemahaman moderasi beragama di era digital.

“Kegiatan ini adalah ruang belajar agar mahasiswa memahami moderasi secara komprehensif. Kami berharap seminar seperti ini dapat terus berlangsung dan menjadi edukasi bagi masyarakat Kota Palopo,” ujarnya.