Seruan Aksi “Lockdown Luwu Raya” Mengema, Akses Jalur Terancam Lumpuh

Syarwan
Kamis, 22 Januari 2026 22:31 - 250 View

LUWU, Caber.id – Menjelang Hari Jadi Luwu (HJL) dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu, sejumlah elemen masyarakat, pemuda, dan mahasiswa dipastikan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran Jumat (23/1/2026) besok di berbagai titik strategis di wilayah Luwu Raya.

Rencana aksi tersebut mencuat setelah beredarnya sejumlah unggahan di media sosial yang secara masif menyerukan “Lock Down Luwu Raya” sebagai bentuk protes atas lambannya pemerintah pusat dalam merealisasikan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

Selain itu, sejumlah poster yang tersebar salah satunya bertuliskan “Kata-kata Hari Ini, Luwu Raya Provinsi” terlihat terpasang di sudut-sudut Kota Palopo.

Aksi besar ini berpotensi mengganggu arus lalu lintas, khususnya di jalur utama yang menghubungkan empat kabupaten di Luwu Raya. Jalur tersebut juga merupakan akses vital penghubung Provinsi Sulawesi Selatan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah titik yang direncanakan akan menjadi lokasi penutupan atau pengalihan arus lalu lintas di antaranya:

  • Kelurahan Sampodo (batas Kota Palopo–Kabupaten Luwu)
  • Jembatan Miring (batas Kota Palopo–Walmas)
  • Taman I Love Palopo
  • Depan Kantor Wali Kota Palopo
  • Lapangan Gaspa Palopo
  • Taman Baca Palopo
  • Batulappa (batas Kabupaten Luwu–Kabupaten Wajo)

Menanggapi rencana aksi tersebut, Kasat Lantas Polres Luwu mengimbau masyarakat agar menunda perjalanan menuju wilayah Luwu Raya apabila tidak bersifat mendesak.

“Kami mengimbau pengendara dari jalur utara maupun selatan untuk menunda perjalanan dan mencari jalur alternatif. Hal ini untuk menghindari kemacetan di sejumlah titik rawan aksi yang telah diinformasikan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Konsolidasi puluhan mahasiswa yang berada di taman baca, Kota Palopo. (dok.media)

Tak hanya itu, fenomena konsolidasi yang digelar mahasiswa di beberapa titik di Kota Palopo pada Kamis (22/1) malam, juga menjadi sinyal kuat bahwa aksi demonstrasi besok akan berlangsung ramai dan padat.

Puluhan mahasiswa ramai mengikuti konsolidasi di Sekretariat PP IPMAL.(dok.media)

Wakil Ketua Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL), Rahmat Sharti, saat melakukan konsolidasi, juga menyampaikan bahwa hanya kendaraan dengan kepentingan darurat yang diperbolehkan melintas selama aksi berlangsung.

“Informasi ini sudah kami sampaikan secara masif melalui media sosial. Kendaraan yang diperkenankan melintas hanya kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, iring-iringan jenazah, serta kendaraan dengan kebutuhan yang benar-benar mendesak,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan izin kepada masyarakat apabila aksi tersebut berdampak pada terhambatnya aktivitas sehari-hari.

“Kami memohon maaf jika aksi ini sedikit mengganggu aktivitas masyarakat. Namun langkah ini kami nilai perlu diambil demi kepentingan bersama, kepentingan rakyat, dan perjuangan terwujudnya DOB Provinsi Luwu Raya,” pungkasnya. (srw)