Sopir dan Keluarga Dikeroyok di Walenrang, Anak Disiram Air Panas

Syarwan
Senin, 26 Januari 2026 21:11 - 140 View

LUWU, Caber.id – Aksi pengeroyokan disertai pengrusakan kendaraan terjadi secara brutal di Kabupaten Luwu. Peristiwa tersebut menyebabkan seorang sopir bersama istri dan anaknya mengalami luka-luka.

Insiden itu terjadi pada Senin (26/1/2026) sekitar pukul 03.00 WITA di Kelurahan Bosso, Kecamatan Walenrang Utara. Korban diketahui bernama Andi Reski Ripai, yang saat kejadian tengah mengendarai mobil bersama keluarganya.

“Iya benar, kami telah menerima laporan. Dugaan sementara korban mengalami penganiayaan secara bersama-sama dan kendaraan miliknya dirusak,” ujar Kasi Humas Polres Luwu, AKP Yakobus.

Kejadian bermula saat korban mengambil jalur alternatif karena akses menuju jalur utama Trans Sulawesi diblokade massa aksi pemerkaran Luwu raya.

Ditengah perjalanan korban tiba-tiba dihentikan oleh sekelompok orang. Korban kemudian diduga dianiaya secara bersama-sama, sementara mobilnya dirusak hingga mengalami kerusakan parah.

Akibat kejadian tersebut, Andi Reski Ripai mengalami luka robek pada bagian alis serta bawah mata kanan, disertai pembengkakan pada mata sebelah kanan. Kondisi korban saat ini masih dalam perawatan medis.

Tak hanya itu, istri dan anak korban juga turut menjadi sasaran kekerasan. Keduanya mengalami luka bakar akibat siraman air panas dan harus mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit.

Selain menimbulkan korban luka, aksi kekerasan ini juga menyebabkan kerusakan serius pada kendaraan korban. Kaca depan dan kaca samping mobil dilaporkan pecah, dengan estimasi kerugian material mencapai sekitar Rp40 juta.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Walenrang, AKP Abdul Aziz, menyatakan pihaknya telah melakukan langkah-langkah sesuai prosedur, mulai dari penerimaan laporan, pemeriksaan awal, hingga mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat.

“Saat ini proses penyelidikan dan penyidikan masih terus berjalan. Untuk sementara, tujuh orang telah diamankan dan dimintai keterangan,” jelasnya.

Adapun tujuh terduga pelaku yang diamankan beserta barang bukti pada pukul 15.30 WITA yakni berinisial I (29), MT (23), DA (22), OS (20), J (18), R, dan W (18).

Para terduga pelaku diduga memiliki peran berbeda, mulai dari melakukan penganiayaan, pelemparan batu ke arah kendaraan, hingga penyiraman air panas terhadap korban dan keluarganya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terprovokasi isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada aparat kepolisian.

“Kami tegaskan bahwa isu yang beredar di masyarakat tidak benar. Kejadian ini murni tidak memiliki keterkaitan dengan massa aksi,” tegasnya.

Pihak kepolisian memastikan perkembangan penanganan kasus tersebut akan disampaikan kepada publik sesuai dengan tahapan penyidikan yang sedang berlangsung. (*)